Dalam operasi sanitasi, mesin penyapu jalan berperan sebagai "kekuatan utama" untuk kebersihan jalan, dan pengoperasiannya yang efisien sangat penting untuk menjaga lingkungan perkotaan yang rapi. Namun, setelah bekerja dalam jangka panjang di bawah kondisi jalan yang kompleks dan operasi intensitas tinggi, mesin penyapu jalan pasti akan mengalami berbagai kerusakan kecil. Jika masalah ini tidak segera diidentifikasi dan diatasi, hal itu tidak hanya dapat mengurangi efisiensi operasional tetapi juga dapat meningkat menjadi kerusakan yang lebih serius, sehingga meningkatkan biaya perawatan. Oleh karena itu, sebagai asisten yang andal dalam pemeliharaan perkotaan, memastikan pengoperasian mesin penyapu jalan yang stabil sangat penting. Memahami dan menguasai kerusakan umum dan metode pemecahan masalahnya adalah kunci untuk memastikan kinerja yang efisien.
I. Kerusakan Sistem Hidrolik
Sistem hidrolik, yang sering dianggap sebagai "jantung" dari mesin penyapu jalan, secara langsung memengaruhi kinerja kendaraan secara keseluruhan.
Salah satu kerusakan yang paling umum adalah kebocoran oli, yang biasanya disebabkan oleh sambungan yang longgar, segel yang menua, atau kerusakan pada pipa tangki oli. Setelah mendeteksi kebocoran, sambungan harus segera dikencangkan, segel yang menua diganti, dan pipa tangki oli yang rusak harus segera diperbaiki atau diganti untuk memastikan sistem hidrolik tetap tertutup rapat.
Tekanan kerja abnormal adalah masalah umum lainnya dalam sistem hidrolik.
Tekanan yang tidak mencukupi atau tidak ada tekanan sama sekali dapat disebabkan oleh penyetelan katup pelepas solenoida yang tidak tepat, level oli yang rendah, atau kerusakan pada sirkuit kontrol elektronik. Dalam kasus seperti itu, tekanan katup pelepas harus disetel, oli hidrolik diperiksa dan diisi ulang, filter dibersihkan, dan sirkuit kontrol elektronik diperiksa dan diperbaiki untuk memastikan tekanan sistem hidrolik yang stabil.
Panas berlebih pada sistem hidrolik juga tidak boleh diabaikan.
Level oli yang rendah, kualitas oli yang menurun, tekanan katup pelepas yang tidak tepat, atau kecepatan motor yang berlebihan dapat menjadi faktor penyebabnya. Oleh karena itu, pemeriksaan level dan kualitas oli secara teratur, serta penyesuaian tekanan katup pelepas dan kecepatan motor, merupakan langkah efektif untuk mencegah sistem hidrolik mengalami panas berlebih.
II. Sistem Operasi dan Pemeliharaan Harian
Selama operasi penyapuan jalan, kinerja pembersihan yang buruk adalah masalah umum yang dihadapi oleh para operator.
Faktor-faktor seperti sudut lengan penyemprot yang tidak disetel dengan benar, saluran hisap yang tersumbat, kebocoran udara pada sistem hisap, atau sikat yang aus dapat memengaruhi efektivitas pembersihan. Memeriksa dan menyesuaikan sudut lengan penyemprot secara teratur, membersihkan saluran hisap, memperbaiki kebocoran udara, dan mengganti sikat yang aus diperlukan untuk memastikan kinerja penyapuan yang optimal.
Kerusakan seperti kegagalan penampung sampah untuk miring atau kembali, dan kegagalan kontrol perpanjangan, penarikan, atau pengangkatan cakram penyapu, juga merupakan masalah umum pada mesin penyapu jalan.
Kerusakan ini dapat disebabkan oleh katup solenoid pengarah yang macet, tekanan katup pelepas yang terlalu rendah, kontak yang buruk pada sirkuit kontrol elektronik, atau sakelar kedekatan yang rusak. Pemeriksaan dan perawatan rutin harus mencakup menggerakkan inti katup solenoid secara manual untuk menghilangkan kemacetan, menyesuaikan tekanan katup pelepas, memperbaiki sirkuit kontrol elektronik, dan mengganti sakelar kedekatan yang rusak untuk memastikan kontrol yang responsif dan andal.
Selain itu, cakram penyapu yang berputar rendah atau tidak berputar dapat disebabkan oleh tekanan katup pelepas yang rendah, bukaan katup pengatur yang terlalu kecil, atau kerusakan motor hidrolik. Tekanan katup pelepas harus disesuaikan, bukaan katup pengatur diperbesar, dan motor hidrolik diperiksa atau diganti jika perlu untuk memastikan putaran cakram yang tepat.
III. Ringkasan
1. Sebelum Operasi Harian
Periksa level cairan pendingin, oli hidrolik, dan oli pelumas; bersihkan kotoran dari saluran masuk hisap, cakram penyapu, dan filter saluran masuk air; periksa pipa dan sambungan untuk kelonggaran atau kebocoran.
2. Setelah bekerja seharian:
Bersihkan permukaan dan bagian dalam mesin penyapu, bilas cakram hisap dan penyapu; kosongkan tangki air kotor dan tutup semua katup; periksa status pengoperasian motor, pompa air, dan pompa vakum.
3. Perawatan Rutin
·Tambahkan oli pelumas ke semua bagian setiap minggu.
·Ganti elemen filter oli hidrolik setiap bulan.
·Lakukan inspeksi sistem hidrolik dan komponen inti sistem tenaga setiap tiga bulan sekali, dan segera ganti suku cadang yang sudah tua.
·Selama tidak digunakan dalam jangka waktu lama, isi daya baterai secara teratur, kosongkan tangki air, dan cegah korosi pada komponen.
Waktu posting: 30 Desember 2025



